
Apel Jam Pimpinan ; Kapolresta Banyuwangi Tekankan Penguatan Spiritual, Integritas dan Kesiapan Maksimal Jelang Operasi Ketupat
Apel Jam Pimpinan ; Kapolresta Banyuwangi Tekankan Penguatan Spiritual, Integritas dan Kesiapan Maksimal Jelang Operasi Ketupat
BANYUWANGI– Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., memberikan arahan strategis kepada seluruh jajaran sebagai bentuk penguatan internal, evaluasi kinerja, serta kesiapan menghadapi agenda nasional, khususnya Operasi Ketupat dalam rangka pengamanan arus mudik dan Hari Raya Idulfitri. Senin (2/3/2026)
Dalam arahannya, Kapolresta Banyuwangi mengawali dengan mengajak seluruh personel untuk senantiasa bersyukur atas kelancaran pelaksanaan tugas yang telah berjalan, serta menegaskan bahwa kekuatan doa dan ibadah, termasuk memperbanyak sholawat, menjadi fondasi penting dalam menjaga keselamatan dan kemudahan dalam bertugas.
Para perwira diminta untuk melakukan kontrol dan pembinaan terhadap anggota, memastikan aspek spiritual dan mental tetap terjaga sebagai bagian dari kekuatan institusi.
Kapolresta Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pengamanan jalur laut dan darat serta penanganan balap liar yang meresahkan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel.
Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. juga menekankan bahwa ketertiban lalu lintas merupakan cerminan kepribadian bangsa. Oleh karena itu, Polri memiliki tanggung jawab menjaga wajah Indonesia melalui pelayanan dan pengaturan lalu lintas yang profesional dan humanis.
Terkait Operasi Ketupat yang dimulai 13 Maret, Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa pengamanan mudik Lebaran dengan estimasi pergerakan sekitar 170 juta masyarakat menjadi prioritas nasional kedua setelah Pemilu. Seluruh personel diminta menjaga marwah institusi serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kapolresta menegaskan bahwa institusi akan kuat apabila seluruh anggotanya memiliki integritas dan tanggung jawab tinggi.
Dalam arahannya, Kapolresta Banyuwangi juga mengingatkan agar personel tidak berpikiran sempit dan tidak menjadi “katak dalam tempurung”. Anggota Polri harus melek terhadap dinamika global, perkembangan teknologi, serta berbagai fenomena sosial yang dapat berdampak cepat terhadap situasi keamanan di dalam negeri.
Setiap tindakan dan kebijakan harus didasari analisis yang matang serta perencanaan yang tepat, bukan sekadar rutinitas atau ego sektoral. Selain itu, seluruh personel diminta siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk skenario darurat dan mitigasi risiko.
Kapolresta Banyuwangi turut menekankan pentingnya kepedulian dalam keluarga besar institusi. Pimpinan diminta memperhatikan kondisi fisik dan kebutuhan dasar anggota, termasuk saat menjalankan tugas di bulan Ramadan.
Melalui arahan tersebut, Kapolresta Banyuwangi berharap seluruh jajaran bekerja dengan cerdas, berbasis data dan analisis, menjaga integritas tanpa kompromi, serta selalu siap menghadapi setiap tantangan demi menjaga stabilitas keamanan.(*)